Pernah nggak sih bertanya, kenapa orang yang baru kenal brand Anda belum tentu langsung beli? Atau kenapa satu strategi marketing bisa efektif ke sebagian orang, tapi kurang ngena ke yang lain?
Jawabannya sederhana, setiap calon pelanggan berada di tahap yang berbeda sebelum akhirnya membeli.
Di dunia digital marketing, memahami perjalanan pelanggan jadi kunci penting untuk memenangkan persaingan. Nah, di sinilah konsep TOFU, MOFU, dan BOFU berperan. Ketiganya bukan hanya istilah marketing, tapi sebuah framework yang membantu bisnis menyampaikan pesan yang tepat, ke orang yang tepat, di waktu yang tepat.
Memahami Marketing Funnel
Bayangkan sebuah corong, bagian atasnya lebar, lalu makin ke bawah makin sempit. Marketing funnel bekerja dengan konsep yang sama. Banyak orang masuk di tahap awal, tapi hanya sebagian yang akhirnya melakukan pembelian.

Secara sederhana, marketing funnel menggambarkan perjalanan pelanggan, mulai dari pertama kali mengenal brand Anda, hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produk atau layanan Anda.
Baca juga: Marketing Funnel: Definisi, Fungsi, dan Tahapannya
Kenapa Marketing Funnel Itu Penting?
Faktanya, tidak semua orang yang melihat iklan atau konten Anda akan langsung beli. Biasanya, mereka melewati beberapa tahap berikut:
1. Tahap Kesadaran (Awareness)
Calon pelanggan mulai sadar bahwa mereka punya masalah atau kebutuhan. Di tahap ini, mereka masih mencari informasi dan belum terpikir untuk membeli.
2. Tahap Pertimbangan (Consideration)
Setelah memahami masalahnya, mereka mulai mencari dan membandingkan berbagai solusi yang ada.
3. Tahap Keputusan (Decision)
Di tahap ini, calon pelanggan sudah siap memilih dan melakukan pembelian.
Dengan memahami alur ini, Anda bisa menyesuaikan konten dan cara berkomunikasi di setiap tahap. Jadi, Anda tidak lagi melakukan hard selling ke orang yang baru kenal brand Anda, atau sebaliknya, memberikan konten terlalu umum ke orang yang sebenarnya sudah siap beli. Di sinilah TOFU, MOFU, dan BOFU menjadi sangat relevan.
Apa Itu TOFU, MOFU, dan BOFU?
TOFU (Top of the Funnel)
TOFU adalah tahap paling atas dalam marketing funnel. Fokus utamanya adalah membangun awareness. Di sini, calon pelanggan baru mulai menyadari masalah atau kebutuhannya.
Ciri-ciri TOFU:
- Audiens masih sangat luas
- Belum spesifik ke produk tertentu
- Fokus pada edukasi, bukan jualan
- Kontennya ringan, informatif, dan menarik
Contoh Konten TOFU:
- Artikel blog edukatif
- Video tips atau tutorial
- Infografis
- Konten media sosial
- E-book atau panduan gratis
- Webinar atau podcast edukasi
Contoh Study Case:
Jika Anda menjual produk skincare, konten TOFU bisa berupa artikel “10 Penyebab Kulit Kusam dan Cara Mengatasinya” atau video “Tips Dasar Merawat Kulit untuk Pemula”. Konten ini belum menjual produk, tapi membantu audiens dan membuat mereka mulai mengenal brand Anda.
Baca juga: Pahami Apa Itu Brand Awareness, Fondasi Awal Strategi Marketing
MOFU (Middle of the Funnel)
MOFU adalah tahap tengah, saat calon pelanggan sudah paham masalahnya dan mulai mencari solusi terbaik. Mereka mulai membandingkan berbagai pilihan.
Ciri-ciri MOFU:
- Audiens lebih spesifik
- Sudah pernah berinteraksi dengan brand Anda
- Fokus membangun kepercayaan
- Konten lebih detail dan relevan
Contoh Konten MOFU:
- Studi kasus atau success story
- Perbandingan produk
- Email newsletter berisi insight
- Demo produk atau free trial
- Testimoni dan review pelanggan
Contoh Case Study:
Konten seperti “Perbandingan 5 Jenis Serum untuk Kulit Kusam” atau “Bagaimana Serum Vitamin C Kami Membantu 1.000+ Pelanggan”. Di sini, produk Anda mulai ditampilkan, tapi tetap dengan pendekatan informatif dan meyakinkan.
BOFU (Bottom of the Funnel)
BOFU adalah tahap akhir. Calon pelanggan sudah siap membeli, tapi mungkin masih butuh dorongan terakhir.
Ciri-ciri BOFU:
- Audiens sangat tertarget
- Sudah serius mempertimbangkan produk Anda
- Fokus pada konversi
- Call-to-action jelas dan persuasif
Contoh Konten BOFU:
- Konsultasi gratis atau product demo
- Promo atau diskon terbatas
- Perbandingan harga detail
- FAQ dan halaman testimoni
- Free trial atau garansi uang kembali
- Live chat atau konsultasi personal
Contoh Case Study:
“Diskon 30% Hari Ini Saja”, “Konsultasi Gratis dengan Skincare Expert Kami”, atau “Garansi 100% Uang Kembali” untuk menghilangkan keraguan terakhir calon pelanggan.
Kenapa Strategi TOFU–MOFU–BOFU Itu Penting?
Dengan strategi yang tepat di setiap tahap funnel, Anda tidak hanya bisa meningkatkan conversion rate, tapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Intinya, setiap calon pelanggan butuh pendekatan yang berbeda. Mulai dari membangun awareness di TOFU, menumbuhkan kepercayaan di MOFU, hingga mendorong keputusan di BOFU, semuanya harus dirancang dengan strategi yang jelas dan konsisten.
Di era digital saat ini, marketing bukan lagi soal siapa yang paling keras, tapi siapa yang paling relevan.
Membangun strategi TOFU, MOFU, dan BOFU yang efektif memang butuh pengalaman dan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen. Jika Anda ingin memaksimalkan potensi marketing bisnis Anda, Ematic Solutions siap membantu.
Jangan biarkan kompetitor melangkah lebih dulu. Hubungi Ematic Solutions untuk konsultasi gratis dan temukan bagaimana strategi TOFU–MOFU–BOFU yang tepat bisa membantu bisnis Anda tumbuh lebih cepat.
Mari optimalkan perjalanan pelanggan Anda bersama Ematic Solutions.


