Content Pillar: Strategi Content Marketing untuk Dominasi Social Media

Konten adalah komponen terpenting dalam implementasi strategi media sosial untuk pemasaran brand. Akan tetapi, sekedar membuat konten saja sering kali membuat komunikasi dari brand menjadi tidak terarah dan meleset dari tujuan marketing yang ingin dicapai. Oleh karena itu, penting bagi brand untuk menentukan pondasi dari konten agar lebih tertata serta tepat sasaran, atau yang disebut juga dengan content pillar. Baca juga: Strategi Bisnis Terbaru dari Social Media Marketing Apa itu Content Pillar? Content pillar adalah topik utama dari rangkaian konten yang ingin kita buat dalam strategi content marketing, termasuk di dalamnya di social media. Tentunya, content pillar sangat berhubungan erat dengan tema-tema yang relevan bagi brand serta produk atau jasa yang ditawarkan brand. Pillar ini kemudian menjadi pedoman untuk membuat konten yang lebih terorganisir, juga sebagai gambaran identitas yang ingin kita gambarkan mengenai brand kepada audiens.  Dengan adanya content pillar, brand dapat membahas tema-tema tadi secara lebih mendalam untuk menunjukkan keahlian & keunggulan kompetitif brand.  Jenis-jenis Content Pillar Pada umumnya, dalam membuat konten di media sosial, ada 4 pillar utama yang dapat dijadikan pondasi, yaitu Promote, Educate, Entertain, dan Inspire.  1. Promote Konten yang lebih berfokus pada conversion dan produk-sentris. Konten tipe ini biasanya bersifat lebih hard-selling dan memberikan informasi tentang promosi, harga & update seputar produk. 2. Educate Konten yang bertujuan untuk memberikan informasi & mengedukasi, tidak hanya tentang produk yang ditawarkan, tapi juga seputar topik-topik yang relevan dengan brand. Tipe konten ini bisa berupa tips, tutorial, FAQ, pengetahuan tentang industri, dan lain sebagainya. 3. Entertain Konten entertain seperti namanya, digunakan untuk menarik perhatian dan menghibur audiens. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan awareness, melalui konten-konten emosional juga relatable bagi target audiens. Baca juga: Strategi Meningkatkan Brand Awareness Melalui Media Sosial 4. Inspire Tipe konten ini bertujuan untuk memberikan inspirasi bagi audiens untuk menjadi bagian dari brand atau untuk menggunakan produk brand.  Konten ini biasanya berfokus pada tema yang memotivasi, berbagi ide aspiratif, atau menceritakan kisah yang beresonansi secara emosional, seperti kisah sukses pelanggan, narasi nilai-nilai dari brand, atau perjalanan pribadi dalam mengatasi kesulitan yang dapat dilewati dengan bantuan brand. Meski saling berhubungan dan mengangkat isu-isu yang relevan dengan brand, masing-masing tema tentunya membawa tujuan sendiri.  Dengan ini, Anda dapat menyusun persentase konten sesuai dengan tujuan mana pun yang sesuai dengan apa yang ingin Anda capai dari usaha marketing brand. Mengapa Content Pillar Penting untuk Social Media? Sebagaimana sudah dibahas, konten merupakan komponen penting dalam strategi marketing di media sosial. Jika Anda menentukan content pillar dan membuat konten berdasarkan pilar tersebut, Anda dapat mengontrol dengan lebih baik bagaimana konten Anda muncul di mesin pencari dengan membuatnya sesuai dengan kategori serta kata kunci yang relevan. Tentu saja, Anda tidak bisa memuat semua kata kunci atau keyword yang sesuai dengan target audiens. Yang perlu Anda lakukan adalah memfokuskan konten pada topik dan kata kunci yang penting (yang berhubungan erat dengan strategi SEO Anda). Content pillar memungkinkan Anda melakukan itu. Baca juga: Peran Penting Agensi Media Sosial dalam Pemasaran Digital Best Practices Content Pillar Social Media Karena content pillar berkaitan dengan niat pencari (target audiens), penting untuk membangun pilar konten yang berfokus pada audiens Anda. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mulai menentukan content pillar: 1. Tentukan tujuan & riset buyer persona Tentukan tujuan dari usaha marketing Anda, lalu tinjau persona pembeli untuk melihat siapa yang perlu Anda ajak bicara dan apa saja kendala mereka. Jika Anda belum mengenal persona Anda, mulailah dengan menelitinya.  2. Turunkan dari brand positioning Content pillars harus mencerminkan nilai, dan tone dari brand. Seluruh identitas brand tentunya harus juga terpampang dengan jelas pada pillar yang ada. 3. Content balance Saat menentukan persentase pilar & membuat konten, pastikan Anda mencampur tipe-tipe konten tersebut agar konten tidak monoton. Selain itu, melakukan A/B testing juga tidak kalah penting, agar Anda dapat mengenal lebih jauh jenis konten yang menarik bagi audiens. 4. Analisis & Evaluasi Konten Penting bagi brand untuk terus meninjau performa dari strategi yang sudah dibuat, dan melihat apakah hasilnya sudah sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Lakukan optimasi dan perubahan sesuai dengan kinerja konten, serta tujuan yang ingin dicapai (jika ada perubahan). Mulailah dari content pillar, dan tingkatkan performa brand Anda di media sosial. Ingin Membangun Strategi Content Marketing bagi Bisnis Anda di Media Sosial? Dapatkan pengaruh yang lebih dari strategi marketing Anda dengan jasa social media marketing terpercaya. Ematic Solutions sebagai Agensi Digital Marketing Indonesia siap membantu Anda membangun strategi content marketing untuk meningkatkan performa brand yang jauh lebih baik lagi. Ditulis oleh: Flavia Hansa, Regional Social Media Marketing Consultant

Customer Retention: Definisi, Keuntungan, dan Cara Meningkatkannya

Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, mendapatkan pelanggan baru hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan pelanggan yang sudah ada untuk terus bertransaksi dan menjadi pendukung setia merek kamu.  Inilah yang kita kenal sebagai Customer Retention atau retensi pelanggan. Strategi retensi yang kuat terbukti jauh lebih hemat biaya karena pelanggan yang loyal tidak hanya melakukan pembelian berulang, tetapi juga berperan sebagai promotor Word-of-Mouth yang efektif. Lalu, bagaimana cara bisnis dapat mengelola dan mempersonalisasi hubungan dengan ribuan pelanggan secara efektif? Artikel ini akan membahas wawasan mendalam agar kamu bisa lebih memahami customer retention, keuntungan, cara menghitung, dan cara meningkatkan Customer Retention Rate secara signifikan! Baca juga: Rekomendasi Software Aplikasi CRM, Gratis! Apa itu Customer Retention?  Customer retention atau retensi pelanggan merupakan bagaimana sebuah brand atau perusahaan mampu mempertahankan loyalitas pelanggan hingga melakukan pembelian berulang dalam jangka panjang.  Customer retention menjadi indikator krusial bagi stabilitas bisnis karena pelanggan cenderung setia serta mampu memberikan value bisnis yang lebih tinggi dan berjangka panjang dibandingkan dengan pelanggan baru.  Cara Menghitung Customer Retention Terdapat metrik untuk mengukur seberapa baik suatu perusahaan dalam mempertahankan pelanggannya, yaitu retention rate atau tingkat retensi pelanggan. Retention rate dirumuskan sebagai berikut: Rumus Retention Rate = ((Jumlah Pelanggan di Akhir Periode – Jumlah Pelanggan Baru yang Diperoleh selama Periode) / Jumlah Pelanggan di Awal Periode) x 100% Dengan kemampuan dalam mempertahankan pelanggan yang baik, sebuah bisnis akan membangun basis pelanggan dengan loyalitas yang tinggi. Selain itu, berikut adalah penjelasan dari beberapa keuntungan customer retention lainnya. Keuntungan Customer Retention  Customer Retention adalah kemampuan suatu bisnis untuk mempertahankan pelanggannya agar terus membeli atau menggunakan layanan dalam jangka waktu tertentu. Keberhasilan dalam retensi pelanggan membawa beberapa keuntungan fundamental bagi bisnis: 1. Efisiensi Biaya Pemasaran Jangka Panjang  Mendapatkan pelanggan baru bisa 5 hingga 25 kali lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan lama. Dengan fokus pada retensi, kamu bisa mengurangi anggaran akuisisi yang besar dan mengalihkan sumber daya untuk meningkatkan layanan dan produk bagi pelanggan setia. 2. Meningkatkan Profitabilitas (Laba)  Pelanggan yang loyal cenderung lebih menguntungkan karena: 3. Meningkatkan Customer Lifetime Value (CLV)  Pelanggan yang bertahan lebih lama akan menghasilkan nilai total pendapatan yang lebih besar sepanjang hubungan mereka dengan bisnis kamu. Retensi yang baik secara langsung mendorong peningkatan CLV, yang merupakan indikator kesehatan finansial jangka panjang. 4. Menciptakan Brand Advocate (Word-of-Mouth)  Pelanggan yang sangat puas dan loyal tidak segan untuk merekomendasikan produk atau layanan kamu kepada teman, keluarga, dan kolega mereka. Promosi Word-of-Mouth ini sangat efektif, gratis, dan membangun kepercayaan merek secara organik. Baca juga: Contoh Template Email Marketing yang Utama untuk Bisnis Cara Meningkatkan Customer Retention  Meningkatkan retensi pelanggan memerlukan pendekatan yang terstruktur dan berfokus pada pembangunan hubungan jangka panjang. Beberapa strategi efektif yang dapat diterapkan meliputi: 1. Personalisasi Pengalaman Pelanggan (CRM) Gunakan data pelanggan (melalui sistem CRM) untuk memahami preferensi, riwayat pembelian, dan perilaku mereka. 2. Kualitas Layanan Pelanggan yang Unggul Layanan pelanggan yang responsif dan empatik adalah kunci retensi. 3. Implementasi Program Loyalitas (Loyalty Program) Berikan penghargaan nyata bagi pelanggan yang terus memilih merek kamu. 4. Mengumpulkan dan Merespons Feedback Aktif meminta umpan balik (feedback) dan menggunakan masukan tersebut untuk perbaikan produk dan layanan menunjukkan bahwa kamu menghargai suara mereka. 5. Komunikasi yang Relevan dan Memberikan Nilai Jaga komunikasi dengan pelanggan agar tetap konsisten tetapi tidak berlebihan. 6. Memastikan Kualitas Produk yang Konsisten Fondasi dari retensi yang kuat adalah produk atau layanan yang selalu memenuhi atau melebihi ekspektasi. Kualitas yang konsisten adalah alasan utama pelanggan tidak beralih ke pesaing. Baca juga: Panduan Cara Membuat Email Marketing yang Efektif Menjaga hubungan baik dengan pelanggan bukan hanya soal memberikan layanan yang memuaskan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan loyalitas jangka panjang. Dengan strategi customer retention yang tepat, bisnis dapat menciptakan pelanggan setia yang tidak hanya terus membeli, tetapi juga merekomendasikan brand Anda ke orang lain. Karenanya, mulailah fokus pada retensi pelanggan hari ini! Jika Anda ingin tahu bagaimana strategi digital yang tepat dapat membantu meningkatkan loyalitas pelanggan, Ematic Solutions memiliki jasa CRM yang meliputi layanan email, mengelola database pelanggan, permudah otomatisasi kampanye pemasaran, dan masih banyak lagi, hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis!  Ditulis oleh: Aprylla Keiko & Jessica Chandra, CRM Consultant

User Persona: Pengertian, Cara Membuat, dan Contohnya

Bayangkan kamu sedang duduk berhadapan dengan pelanggan idealmu. Apa yang sebenarnya ada di benak mereka? Apa yang mereka butuhkan, dan apa yang diam-diam mereka inginkan? Pasti kamu penasaran dengan jawabannya, kan?  Nah, di sinilah user persona hadir untuk membantu menjawab semua pertanyaan itu. User persona bisa membantu kamu untuk mengetahui apa yang dibutuhkan pelanggan, sehingga bisa melakukan strategi marketing dan sales yang lebih efektif. Di bawah ini, Ematic Solutions akan membahas lebih lanjut tentang user persona mencakup pengertian, alasan, cara membuat, hingga contoh user persona. Yuk, simak! Apa Itu User Persona? Melansir dari Careerfoundry, user persona atau sering disebut juga dengan brand persona atau customer persona adalah representasi semi-fiktif dari target audiens kamu yang dibuat berdasarkan data aktual yang ada.  Persona ini menggambarkan siapa pelanggan kamu—mulai dari usia, pekerjaan, hingga apa yang pelanggan kamu cari dalam hidup. User persona membantu kamu mengidentifikasi pola pikir di antara audiens kamu, yang memungkinkan kamu terhubung dengan target audiens dan mampu membantu kamu membuat keputusan bisnis yang lebih baik. Baca juga: Pelajari Cara Mengidentifikasi Customer Journey dan Panduan Petanya Kenapa User Persona Penting untuk Bisnis? Mungkin kamu bertanya, “kenapa saya harus repot-repot membuat user persona?” Berikut adalah alasan mengapa kamu perlu meluangkan waktu untuk ini: 1. Membidik Tepat Sasaran Dengan user persona, kamu tahu persis siapa yang menjadi targetmu. Ibarat memanah, kamu tidak lagi asal menarik busur dan melepas panah ke arah yang salah.  Setiap strategi yang dibuat jadi lebih terfokus, langsung mengarah ke sasaran yang memang paling potensial. 2. Pesan yang “Kena” Pernah merasa iklan atau pesan promosi seperti “nggak nyambung” dengan audiens? Nah, user persona mencegah itu terjadi.  Dengan memahami bagaimana pelanggan berpikir, berbicara, dan apa yang mereka pedulikan, kamu bisa menyampaikan pesan dengan bahasa yang tepat. Hasilnya? Komunikasi yang lebih personal, menarik, dan mudah diterima. 3. Produk yang Diinginkan Pasar Tidak ada yang lebih sia-sia daripada membuat produk yang ternyata tidak dibutuhkan. User persona membantumu memahami keinginan dan masalah pelanggan, sehingga produk atau layanan yang kamu ciptakan benar-benar relevan. Artinya, peluang diterima pasar jauh lebih besar. 4. Efisiensi Pemasaran Karena strategi yang dibuat berdasarkan pemahaman mendalam tentang pelanggan, pemasaran jadi lebih efisien. Tidak ada lagi buang-buang anggaran untuk iklan yang tidak tepat sasaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan bisa menghasilkan dampak yang lebih besar. Baca juga: Apa Itu Retargeting dan Remarketing? Langkah-Langkah Membuat User Persona Setelah memahami betapa pentingnya user persona untuk strategi marketing dan sales, yuk, dari sekarang kita buat user persona dengan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Kumpulkan Data Mulailah dengan riset. Riset ini sendiri dapat berupa wawancara pelanggan, analisis data survei, atau analisis perilaku pengguna dari media sosial.  Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah penggunaan data yang faktual dan nyata, bukan berdasarkan asumsi agar hasil yang didapatkan dapat mendekati aktual data.  2. Identifikasi Pola Berdasarkan data yang kamu kumpulkan, selanjutnya adalah kamu perlu mencari pola. Terdapat beberapa pertanyaan yang mampu membantu untuk menentukan user persona: 3. Bangun Cerita Persona Tahap selanjutnya kamu perlu menciptakan profil yang hidup! Profil ini perlu memiliki sebuah cerita yang nyata dan tidak hanya terdiri dari angka saja. Contohnya: 4. Libatkan Tim Lainnya Libatkan tim pemasaran, penjualan, hingga pengembangan produk untuk mendapatkan perspektif persona yang lebih luas. 5. Lakukan Penyesuaian Secara Teratur Pembuatan persona pengguna tidak untuk penggunaan sementara waktu saja. Data pelanggan harus selalu eksis selama bisnis berjalan. Oleh karena itu demi menjaga kualitas otentikasinya maka perlu dilakukan pembaharuan secara berkala dan berkesinambungan. Baca juga: Mengenal Marketing Funnel untuk Bisnis Contoh User Persona  Berikut adalah contoh user persona produk pet food:  Dina adalah seorang Brand Manager untuk salah satu brand fashion di siang hari, dan orang tua hewan peliharaan di malam hari.  Dia selalu berusaha untuk selalu mengikuti perkembangan berita dan tren karena pekerjaannya mengharuskannya untuk melakukannya.  Dia menyadari bahwa produk yang bernilai baik adalah investasi jangka panjang, oleh karena itu dia senang membandingkan & meneliti sebelum membeli sesuatu. Ketertarikan: Fashion, Tren Media Sosial, Politik, Makanan & Minuman, Hewan Peliharaan Tujuan: Menjalani kehidupan yang aman & bahagia.  Tantangan: Di tengah kesibukannya, ia harus selalu mengikuti perkembangan berita dan tren. MARKETING MESSAGING BUYING BEHAVIOR Channel habits: Suka menelusuri media sosial untuk terus terinspirasi dan mengikuti perkembangan berita dan tren.  Pembelian: Cenderung melakukan pembelian secara online. Selalu membandingkan berbagai produk dan titik harga untuk mendapatkan nilai terbaik. Brand: Melakukan pembelian berdasarkan merek, kualitas, dan testimoni nyata dari pengguna. Buat Strategi Marketing yang Lebih Tepat Sasaran Dengan user persona, kamu tidak hanya menciptakan strategi pemasaran, justru sedang menciptakan sebuah hubungan. User Persona membantu kamu membangun kepercayaan dengan pelanggan, dan kemudian membantu membuat strategi marketing dan penjualan yang lebih tepat sasaran. Ingat, pelanggan tidak membeli produk; mereka membeli solusi untuk masalah mereka. Dan user persona adalah langkah awal untuk menawarkan solusi yang benar-benar dibutuhkan.Menciptakan user persona yang akurat bisa menjadi tantangan, terutama jika bisnis kamu memiliki banyak segmen audiens. Ematic Solutions hadir untuk membantu! Tertarik untuk tahu lebih banyak? Hubungi agensi digital marketing Jakarta, Ematic Solutions, dan temukan solusi untuk menciptakan user persona yang dapat meningkatkan performa bisnis kamu!