Ecommerce Email Marketing: Strategi untuk Meningkatkan Penjualan

Email marketing telah menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan penjualan di dunia ecommerce. Dengan kemampuan untuk menjangkau pelanggan secara langsung dan personal, email marketing menawarkan pendekatan yang hemat biaya dan sangat efektif. Namun, keberhasilan kampanye email marketing membutuhkan strategi yang terencana dengan baik dan eksekusi yang tepat. Kali ini kami akan membahas langkah-langkah mendetail untuk mengembangkan strategi email marketing yang dapat membantu bisnis ecommerce Anda meningkatkan konversi dan penjualan. Baca juga: Keuntungan Memiliki Toko Ecommerce Sendiri Memahami dan Melakukan Segmentasi Pelanggan Segmentasi adalah langkah awal yang krusial dalam email marketing. Strategi ini memungkinkan Anda mengelompokkan pelanggan berdasarkan data tertentu, sehingga Anda dapat mengirimkan pesan yang lebih relevan. Segmentasi dapat dilakukan berdasarkan: Demografi: Usia, jenis kelamin, atau lokasi geografis pelanggan. Perilaku Belanja: Frekuensi pembelian, jenis produk yang dibeli, atau riwayat pembelian sebelumnya. Tahap dalam Customer Journey: Pelanggan baru, pelanggan yang belum menyelesaikan pembelian, atau pelanggan loyal. Contoh Praktis: Segmentasi Pelanggan Baru: Kirimkan email selamat datang yang memperkenalkan bisnis Anda serta memberikan diskon khusus untuk pembelian pertama. Segmentasi Abandoned Cart: Kirimkan pengingat otomatis kepada pelanggan yang meninggalkan produk di keranjang belanja mereka, lengkap dengan insentif seperti diskon atau gratis ongkir. Segmentasi yang tepat tidak hanya meningkatkan relevansi konten, tetapi juga memperbesar peluang terjadinya konversi. Personalisasi untuk Meningkatkan Engagement Personalisasi adalah kunci keberhasilan dalam email marketing. Pelanggan lebih mungkin untuk merespons email yang terasa relevan dan spesifik untuk mereka. Namun, personalisasi tidak hanya berhenti pada menyebutkan nama penerima email. Berikut adalah beberapa cara lain untuk mempersonalisasi email Anda: Rekomendasi Produk: Gunakan data pelanggan untuk menawarkan produk berdasarkan riwayat pembelian atau preferensi mereka. Waktu Pengiriman yang Tepat: Kirim email di waktu-waktu pelanggan biasanya aktif membaca email, seperti pagi hari atau menjelang malam. Ucapan Khusus: Kirimkan ucapan ulang tahun lengkap dengan diskon spesial sebagai hadiah. Contoh: “Hi Roni, kami melihat Anda menyukai sepatu olahraga kami. Berikut adalah beberapa rekomendasi sepatu baru yang mungkin menarik untuk Anda!” Baca juga: User Persona: Rahasia Memahami Pelanggan Merancang Email yang Menarik dan Profesional Desain email yang menarik tidak hanya meningkatkan estetika tetapi juga memastikan pesan Anda sampai dengan efektif. Beberapa elemen desain yang perlu diperhatikan: Tata Letak Sederhana: Jangan terlalu ramai; gunakan ruang putih untuk menjaga fokus pada pesan utama. Visual Berkualitas: Gunakan gambar produk dengan resolusi tinggi. Tombol Call-to-Action (CTA): Pastikan CTA mencolok, mudah ditemukan, dan menggunakan kata-kata yang mendorong tindakan, seperti “Belanja Sekarang” atau “Lihat Penawaran.” Mobile-Friendly: Pastikan email Anda responsif sehingga terlihat sempurna di perangkat seluler. Automasi untuk Efisiensi dan Konsistensi Automasi memungkinkan bisnis untuk tetap terhubung dengan pelanggan tanpa perlu mengirim email secara manual satu per satu. Berikut beberapa jenis email yang bisa diotomatisasi: Email Selamat Datang: Sambut pelanggan baru dengan informasi tentang produk unggulan, diskon eksklusif, atau program loyalitas. Email Keranjang Belanja yang Ditinggalkan: Ingatkan pelanggan untuk menyelesaikan pembelian mereka. Tambahkan penawaran khusus untuk mendorong mereka. Email Ulang Tahun atau Hari Spesial: Kirim ucapan dan diskon khusus di hari-hari penting pelanggan. Follow-Up Email: Kirimkan survei atau ulasan produk setelah pembelian selesai. Manfaat Automasi: Hemat waktu. Memberikan pengalaman yang konsisten kepada pelanggan. Meningkatkan konversi dengan pengiriman email yang tepat waktu. Memberikan Nilai Tambah Melalui Konten Email marketing tidak selalu harus berisi promosi. Sesekali, tawarkan konten yang memberikan nilai tambah kepada pelanggan untuk membangun hubungan yang lebih erat. Beberapa ide konten yang bisa Anda kirimkan: Tips dan Panduan: Misalnya, cara merawat produk yang mereka beli. Berita atau Tren: Informasikan pelanggan tentang tren terbaru yang relevan dengan bisnis Anda. Cerita di Balik Produk: Bagikan cerita menarik tentang bagaimana produk Anda dibuat atau manfaat uniknya. Konten bernilai seperti ini membuat pelanggan merasa dihargai dan lebih cenderung loyal terhadap brand Anda. Menganalisis dan Mengoptimalkan Performa Email Tanpa analisis, sulit untuk mengetahui apakah strategi Anda berhasil. Pantau metrik-metrik berikut secara rutin: Open Rate: Berapa banyak pelanggan yang membuka email Anda. Click-Through Rate (CTR): Persentase pelanggan yang mengklik tautan di email. Conversion Rate: Pelanggan yang akhirnya melakukan pembelian. Bounce Rate: Persentase email yang gagal terkirim. Tips Optimasi: Gunakan uji A/B untuk mencoba berbagai elemen email, seperti subjek, desain, atau waktu pengiriman. Gunakan data dari hasil analisis untuk memperbaiki strategi Anda di kampanye berikutnya. Strategi Retensi Pelanggan Mendapatkan pelanggan baru memang penting, tetapi menjaga pelanggan lama jauh lebih hemat biaya. Email marketing dapat membantu Anda mempertahankan pelanggan dengan cara: Program Loyalitas: Kirimkan informasi tentang poin loyalitas atau penawaran eksklusif untuk pelanggan setia. Penawaran Khusus: Berikan diskon eksklusif atau akses awal ke produk baru. Survei Kepuasan Pelanggan: Tanyakan feedback tentang produk atau layanan Anda untuk menunjukkan bahwa Anda peduli. Email marketing adalah alat yang sangat kuat dalam meningkatkan penjualan dan membangun hubungan jangka panjang. Dengan pendekatan yang terarah, mulai dari segmentasi hingga automasi, Anda dapat menciptakan pengalaman yang relevan, personal, dan efektif untuk pelanggan Anda. Strategi yang tepat tidak hanya akan meningkatkan angka penjualan tetapi juga memperkuat loyalitas pelanggan terhadap brand Anda. Butuh strategi jitu untuk mengoptimalkan email marketing Anda? Download guidebook-nya di sini: CRM Guidebook: Fundamentals of Email Marketing
Keunggulan Shopify untuk Sukseskan Bisnis E-commerce Anda

E-commerce telah menjadi salah satu sektor yang berkembang pesat di dunia bisnis. Dengan semakin banyak orang berbelanja online, memiliki toko e-commerce sendiri menjadi sangat penting. Namun, untuk membangun toko online yang profesional dan efektif, banyak pengusaha merasa kesulitan karena harus memahami berbagai aspek teknis. Di sinilah Shopify hadir sebagai solusi lengkap untuk semua kebutuhan e-commerce Anda. Apa Itu Shopify? Shopify adalah platform e-commerce berbasis cloud yang memungkinkan penggunanya untuk membuat toko online dengan cepat dan mudah. Didirikan pada tahun 2006, Shopify kini menjadi salah satu platform e-commerce paling populer di dunia, terutama bagi para pebisnis yang ingin memulai usaha tanpa harus pusing memikirkan aspek teknis. Baca selengkapnya mengenai keuntungan e-commerce untuk bisnis Anda Fungsi Utama Shopify Membuat Toko Online dengan Mudah Shopify memungkinkan siapa pun, bahkan tanpa latar belakang teknis, untuk membuat toko online dengan cepat. Dengan antarmuka yang intuitif dan panduan yang jelas, pengguna dapat dengan mudah membuat toko yang menarik. Integrasi Pembayaran yang Praktis Shopify mendukung berbagai metode pembayaran, mulai dari kartu kredit hingga e-wallet. Dengan integrasi ini, proses checkout menjadi lebih mudah dan cepat. Memudahkan Manajemen Produk Mengelola produk di Shopify sangat mudah. Anda dapat menambahkan deskripsi, gambar, harga, dan varian produk dengan cepat. Selain itu, terdapat fitur untuk mengelola stok produk secara otomatis. Analitik dan Pelaporan yang Mendalam Shopify menawarkan fitur analitik yang dapat membantu pemilik toko untuk memahami kinerja bisnis mereka. Dengan data ini, Anda bisa membuat keputusan yang lebih baik terkait strategi pemasaran. Kelebihan Menggunakan Shopify Mudah Digunakan oleh Pemula Antarmuka yang user-friendly menjadikan Shopify pilihan yang ideal, bahkan bagi yang baru pertama kali mencoba bisnis online. Tersedia Banyak Tema dan Plugin Shopify menyediakan banyak tema dan plugin yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan toko Anda, baik yang gratis maupun berbayar. Contoh pilihan template di Shopify: Sumber: Shopify.com Support 24/7 Shopify menyediakan layanan dukungan pelanggan selama 24 jam setiap hari. Ini sangat membantu jika Anda menghadapi masalah teknis. Keamanan yang Terjamin Shopify memiliki fitur keamanan yang canggih, termasuk SSL dan sistem proteksi pembayaran, yang menjamin data pelanggan aman. Skalabilitas Bisnis Shopify dapat digunakan oleh bisnis kecil hingga perusahaan besar, sehingga sangat cocok untuk usaha yang ingin berkembang. Fitur-Fitur Terbaik yang Ditawarkan oleh Shopify Shopify App Store Shopify memiliki toko aplikasi yang memungkinkan Anda menambahkan berbagai fitur tambahan ke toko Anda. Shopify POS (Point of Sale) Shopify POS memungkinkan Anda untuk menjual produk di toko fisik dan online sekaligus. Integrasi Media Sosial Anda dapat menghubungkan toko Anda ke platform media sosial untuk meningkatkan penjualan. Baca Juga: Media Pemasaran Digital: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Strategi Melakukannya Frequently Asked Question (FAQ)
Boost Posts vs Facebook Ads: Mana yang Lebih Tepat untuk Bisnismu?

Pernah merasa konten di media sosial sudah oke, tapi hasilnya masih kurang maksimal? Mungkin sudah saatnya untuk beriklan! Iklan bisa membantu kamu menjangkau audiens yang lebih luas dan mencapai tujuan bisnismu dengan lebih efektif. Di platform Meta, kamu punya dua opsi untuk mulai beriklan: Boost Post dan Facebook Ads. Tapi, apa sih perbedaan antara keduanya? Bukannya sama-sama ada di Meta? Tenang, kami akan bantu jelaskan perbedaan utamanya dan membantu kamu menentukan mana yang lebih cocok untuk strategi digital marketing kamu. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan panduan yang mudah dipahami, sehingga bisa memutuskan pilihan iklan yang tepat sesuai kebutuhan bisnismu! Apa Itu Boost Post? Boost Post adalah cara cepat untuk mengubah postingan yang sudah ada di Facebook atau Instagram menjadi iklan. Kamu hanya perlu memilih konten organik yang sudah dipublikasikan di feed, stories, video, atau reels, lalu “boost” untuk menjangkau audiens lebih luas. Jika kamu sudah memiliki business portfolio, semua boosted post bisa dikelola dengan mudah melalui Meta Business Suite. Fitur ini sangat cocok untuk kamu yang ingin memperluas jangkauan tanpa harus memahami teknik beriklan yang rumit. Setelah kamu memilih postingan yang ingin di-boost, tinggal tentukan budget dan audiens, kemudian iklan pun bisa langsung tayang. Namun, meski mudah digunakan, Boost Post memiliki keterbatasan dalam hal kustomisasi dan penargetan yang bisa kamu lakukan. Kamu hanya bisa menjangkau audiens berdasarkan demografi dasar dan tidak bisa membuat perubahan setelah iklan berjalan. Baca Juga: Panduan Periklanan Digital Apa Itu Facebook Ads? Facebook Ads adalah pilihan yang lebih canggih untuk kamu yang ingin beriklan dengan kontrol penuh. Dibuat melalui Ads Manager, Facebook Ads menawarkan berbagai opsi kustomisasi dan penargetan yang jauh lebih detail dibandingkan Boost Post. Meskipun sedikit lebih kompleks, iklan ini memberi kamu fleksibilitas tinggi dalam merancang campaign yang sesuai dengan tujuan bisnismu. Berbeda dengan Boost Post yang hanya memperluas jangkauan konten yang sudah ada, Facebook Ads memungkinkan kamu untuk membuat campaign dari nol. Kamu bisa menetapkan tujuan yang lebih spesifik, seperti meningkatkan konversi, menjangkau audiens yang lebih tersegmentasi, bahkan melakukan uji A/B untuk mengetahui versi iklan mana yang paling efektif. Perbedaan antara Boost Posts dan Facebook Ads Parameter Boost Post Facebook Ads Kemudahan Penggunaan Setup cepat dan sederhana Lebih kompleks, memerlukan waktu lebih banyak untuk kustomisasi Campaign Objective Terbatas pada tujuan seperti page likes, engagement, website traffic, dan profiel visit Lebih banyak pilihan tujuan, seperti app install, leads, website purchase, dan lainnya selain tujuan di Boost Post Budget Tentukan daily budget dan durasi campaign, total budget tidak bisa diubah setelah publish Fleksibilitas lebih tinggi, dapat menggunakan daily budget atau lifetime budget, serta bisa mengubah budget di tengah campaign. Audience Targeting Penargetan terbatas pada demografi dasar, tidak bisa menggunakan custom audience atau retargeting Dapat menargetkan audiens lebih spesifik, seperti menggunakan custom audience, exclusion, lookalike audience, dan retargeting Ad Creative Menggunakan postingan yang sudah dipublikasikan dan tidak bisa diedit lagi Bisa menggunakan postingan yang ada atau membuat iklan baru dari awal, memungkinkan lebih banyak kustomisasi Ad Format Hanya bisa menggunakan format standar seperti feed, story, dan reels Banyak pilihan format, seperti image, video, carousel, dll Analytics dan Reports Data terbatas pada metrics dasar Data lebih lengkap dengan kemampuan custom metrics dan breakdown Campaign Schedule Hanya bisa menentukan durasi campaign Dapat menentukan jadwal penayangan secara rinci, termasuk hari, jam, dan aturan otomatis untuk menghentikan iklan pada waktu tertentu Campaign Structure 1 postingan untuk 1 tujuan dan 1 target audiens.Jika ingin menargetkan audiens berbeda, perlu menunggu periode iklan selesai. Tidak bisa membuat campaign structure. Dapat menerapkan campaign structure yang lebih kompleks, seperti full funneling, prospecting dan retargeting. Campaign Optimization Setelah iklan di-publish, tidak bisa dioptimasi lebih lanjut Dapat melakukan berbagai penyesuaian, seperti perubahan pada audience targeting, konten iklan, landing page, dan lainnya untuk mengoptimalkan hasil campaign Baca Juga: Panduan Retargeting di Facebook Ads yang Efektif Boost Post atau Facebook Ads? Jawab Pertanyaan Ini dan Temukan Pilihan Iklan yang Tepat untuk Bisnismu! Sejauh mana kamu familiar dengan Facebook Ads? A: Saya sudah cukup paham dan nyaman menggunakan Facebook Ads. B: Saya lebih suka yang simpel dan tidak terlalu teknis. Apa tujuan utama iklan kamu? A: Saya hanya ingin meningkatkan jangkauan yang lebih luas dari postingan saya B: Saya ingin explore tujuan yang lebih kompleks seperti sales, leads dan app install. Apakah kamu perlu menargetkan audiens yang spesifik? A: Tidak terlalu, saya lebih fokus pada jangkauan yang luas. B: Ya, saya perlu menargetkan audiens yang lebih spesifik Seberapa penting fleksibilitas pengaturan kampanye buat kamu? A: Saya lebih suka pengaturan yang cepat dan mudah tanpa banyak repot. B: Saya ingin lebih banyak kontrol dan opsi kustomisasi dalam pengaturan campaign. Seberapa detail analisis dan laporan iklan yang kamu butuhkan? A: Yang penting saya bisa melihat metrics dasar B: Saya butuh laporan yang lebih mendalam untuk optimasi performa campaign Seberapa besar anggaran yang kamu siapkan untuk kampanye ini? A: Anggaran saya terbatas, jadi saya lebih memilih opsi yang lebih terjangkau. B: Saya siap berinvestasi lebih besar untuk hasil yang maksimal dan jangka panjang. Apakah kamu membutuhkan proses pengaturan yang cepat atau tidak masalah kalau sedikit lebih rumit? A: Saya butuh yang cepat dan langsung jalan tanpa banyak proses. B: Saya oke dengan pengaturan yang lebih rinci untuk hasil yang lebih optimal. Hasil Keputusan: Mayoritas Jawaban A: Boost Post adalah pilihan yang tepat untuk kamu! Mudah, cepat, dan cocok jika kamu ingin menjangkau lebih banyak orang dengan cara yang sederhana tanpa ribet. Mayoritas Jawaban B: Facebook Ads cocok banget untuk kamu yang ingin kontrol lebih dan penargetan yang lebih spesifik. Lebih fleksibel dan memberikan ruang untuk optimasi dan hasil yang lebih mendalam. Kesimpulan Pada akhirnya, baik Boost Post maupun Facebook Ads memiliki tempatnya masing-masing dalam strategi pemasaran kamu, tergantung pada tujuan dan kebutuhan bisnismu. Jika kamu ingin cara cepat dan mudah untuk memperluas jangkauan dengan anggaran terbatas, Boost Posts adalah pilihan yang tepat. Namun, jika kamu membutuhkan kontrol lebih besar dan hasil yang lebih terukur, Facebook Ads bisa jadi pilihan yang lebih strategis. Kami paham, memilih strategi beriklan yang tepat bisa sedikit membingungkan. Tenang, tim Ematic Solutions siap membantu kamu menemukan solusi yang paling sesuai dengan bisnismu. Dengan
Rincian Biaya Admin Marketplace di Indonesia Terbaru 2024

Apa Itu Biaya Admin Marketplace? Sebagai penjual, biaya admin marketplace adalah salah satu komponen dalam bisnis online yang harus Anda pertimbangkan dengan baik, terutama ketika Anda memulai bisnis online. Biaya ini penting untuk Anda pahami karena biaya marketplace dapat mempengaruhi profitabilitas bisnis. Dengan perhitungan yang tepat, Anda dapat memaksimalkan keuntungan dan menentukan strategi penetapan harga yang sesuai. Selain itu, pemahaman yang mendalam tentang biaya admin memungkinkan Anda untuk mengelola anggaran dengan lebih efisien dan mengidentifikasi area yang membutuhkan optimasi. Misalnya, dengan menyeimbangkan penggunaan fitur promosi berbayar dan mengelola diskon, Anda dapat mengurangi dampak biaya admin terhadap margin keuntungan Anda. Selain itu, biaya admin marketplace bisa bervariasi berdasarkan jenis produk, jenis penjual (seperti penjual reguler, star seller, atau official store), dan layanan tambahan yang digunakan. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu memperbarui informasi mengenai kebijakan biaya yang berlaku di setiap marketplace yang Anda gunakan. Apa Saja Biaya Admin di Dalam Marketplace? Rincian biaya admin marketplace dapat mencakup berbagai hal, tergantung pada kebijakan masing-masing platform. Sebelum melakukan pendaftaran, pastikan Anda sudah membaca kebijakan layanan di platform yang Anda pilih. Berikut adalah beberapa komponen yang biasanya termasuk dalam biaya admin. Biaya Layanan Biaya layanan adalah biaya yang dikenakan oleh marketplace untuk penggunaan platform mereka. Biaya ini biasanya dikenakan sebagai persentase dari harga produk atau transaksi yang berhasil. Misalnya, biaya layanan ini dapat digunakan untuk menutupi biaya pemeliharaan platform dan pengembangan fitur-fitur baru yang memudahkan transaksi. Biaya Penarikan Dana Marketplace juga mengenakan biaya penarikan dana untuk proses transfer dana hasil penjualan ke rekening penjual. Biaya ini umumnya dipotong langsung dari saldo penjual saat melakukan pencairan. Besarnya biaya penarikan dana dapat bervariasi tergantung pada kebijakan setiap marketplace, serta nominal dan frekuensi penarikan. Biaya Promosi Biaya promosi mencakup biaya tambahan yang dikenakan ketika penjual menggunakan fitur iklan atau promosi yang disediakan oleh marketplace. Dengan membayar biaya promosi, produk penjual dapat ditampilkan pada posisi yang lebih menonjol, seperti di halaman utama atau hasil pencarian teratas. Ini membantu meningkatkan visibilitas dan peluang penjualan. Biaya Transaksi Biaya transaksi dikenakan untuk setiap penjualan yang berhasil melalui platform marketplace. Biaya ini biasanya berupa persentase dari harga jual produk. Biaya transaksi berfungsi untuk mendukung infrastruktur pembayaran yang aman dan cepat bagi penjual dan pembeli, memastikan transaksi berlangsung dengan lancar. Biaya Admin di Marketplace 2024 di Indonesia Setiap marketplace memiliki struktur biaya admin yang berbeda. Komponen biaya, teknis perhitungan, dan kategorisasi produknya juga tidak sama. Berikut adalah ringkasan biaya admin marketplace terpopuler di Indonesia untuk tahun 2024. Biaya Admin Shopee 2024 Shopee merupakan salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Pada tahun 2024, rumus perhitungan biaya admin Shopee adalah sebagai berikut. Biaya Admin Shopee Mall: *Persentase didasarkan pada kategori produk yang dapat Anda baca di sini.***Persentase didasarkan pada kategori produk yang dapat Anda baca di sini. Biaya Admin Tokopedia 2024 Tokopedia juga merupakan salah satu marketplace terkemuka di Indonesia. Biaya admin Tokopedia pada tahun 2024 adalah sebagai berikut. Sebelum 16 September 2024 Setelah 16 September 2024 Elektronik: 1,00% – 6,00% Elektronik: 1,00% – 10,00% Fashion: 4,00% – 6,50% Fashion: 4,25% – 10,00% FMCG: 4,00% – 6,50% FMCG: 4,25% – 10,00% Lifestyle: 4,00% – 6,50% Lifestyle: 2,50% – 10,00% Lainnya: 1,00% – 6,50% Lainnya: 1,00% – 10,00% Biaya Admin TikTok Shop 2024 TikTok Shop adalah pemain baru dalam dunia e-commerce di Indonesia, namun telah menarik banyak perhatian. Beberapa waktu lalu, TikTok Shop melakukan kerja sama dengan Tokopedia, sehingga biaya adminnya juga mengikuti Tokopedia. Anda dapat mengacu pada subtopik nomor 2 untuk menghitung biaya admin TikTok Shop. Biaya Admin Lazada 2024 Lazada juga memiliki struktur biaya admin yang kompetitif. Pada tahun 2024, Lazada mengenakan biaya admin dengan rincian sebagai berikut. LazMall, mulai 1 Januari 2024 Marketplace biasa, mulai 1 September 2024 Kategori ABiaya transaksi 1,82% + komisi 8,50% = 10,32% Kategori ABiaya transaksi 1,82% + komisi 6,18% = 8,00% Kategori BBiaya transaksi 1,82% + komisi 6,00% = 7,82% Kategori BBiaya transaksi 1,82% + komisi 5,68% = 7,50% Kategori CBiaya transaksi 1,82% + komisi 4,00% = 5,82% Kategori CBiaya transaksi 1,82% + komisi 3,93% = 5,75% Kategori DBiaya transaksi 1,82% + komisi 2,50% = 4,32% Kategori DBiaya transaksi 1,82% + komisi 2,43% = 4,25% Free Shipping Max: 3,00% Free Shipping Max: 4,00% Bonus dadakan: 2,22% Voucher Campaign: 2,22% Kategori produk LazMall dapat Anda baca di sini, sedangkan untuk marketplace biasa di sini. Selain layanan utama, Lazada juga menawarkan beberapa program tambahan yang dapat Anda ikuti, tentunya dengan biaya tambahan. Beberapa program tersebut adalah: Cara Menghitung Biaya Admin Marketplace Untuk memahami dampak biaya admin marketplace terhadap bisnis Anda, penting untuk mengetahui cara menghitungnya dengan benar. Biasanya, marketplace menghitung biaya admin berdasarkan persentase harga jual, yang disesuaikan dengan kategori produk, diskon, dan layanan tambahan lainnya. Berikut langkah-langkah cara menghitungnya: Dengan melakukan perhitungan ini untuk setiap platform yang Anda gunakan, Anda bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang biaya yang dikeluarkan dan bagaimana dampaknya pada keuntungan Anda. Solusi Jualan Online dengan Membangun E-commerce Sendiri Walaupun marketplace menawarkan kemudahan dan jangkauan pasar yang luas, membangun toko e-commerce sendiri memiliki keunggulan yang signifikan, terutama dalam hal kontrol dan profitabilitas. Dengan memiliki situs e-commerce sendiri, Anda bisa: Membangun E-commerce di Shopify Salah satu cara termudah untuk membangun toko e-commerce Anda sendiri adalah melalui Shopify, platform yang menawarkan berbagai fitur untuk memudahkan proses penjualan online: Dengan kelebihan-kelebihan ini, membangun toko e-commerce sendiri dapat membantu Anda mengendalikan profitabilitas bisnis dan pengalaman pelanggan secara menyeluruh. Anda juga bisa menghubungi Ematic Solutions untuk membantu Anda membangun ecommerce Anda sendiri dengan layanan Shopify kami.
Customer Journey: Definisi, Tahapan, serta Panduan Membuat Customer Journey Map

Di era digital ini, memahami perjalanan pelanggan atau customer journey menjadi salah satu kunci kesuksesan bisnis. Setiap interaksi yang terjadi antara pelanggan dan bisnis, mulai dari saat pertama kali mendengar tentang produk hingga menjadi pelanggan setia, memiliki dampak besar terhadap pengalaman mereka. Dengan memahami langkah-langkah yang dilalui pelanggan, bisnis dapat memberikan pengalaman yang lebih personal dan memuaskan, sekaligus membangun hubungan jangka panjang yang lebih kuat. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan customer journey, dan bagaimana kita bisa mengoptimalkannya? Apa itu Customer Journey? Customer journey adalah perjalanan yang dilalui oleh seorang pelanggan dari tahap pertama mengenal produk hingga akhirnya menjadi pelanggan yang loyal. Memahami perjalanan ini sangat penting bagi bisnis karena membantu memahami kebutuhan pelanggan, meningkatkan pengalaman mereka, dan membangun hubungan jangka panjang. Tahapan Customer Journey Kesadaran (Awareness) Di tahap ini, pelanggan mulai menyadari adanya produk atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis. Iklan pemasaran berperan penting untuk meningkatkan awareness. Pertimbangan (Consideration) Pelanggan mulai mengevaluasi produk atau layanan dan membandingkannya dengan alternatif lain. Konten edukatif, ulasan pelanggan, dan informasi produk yang jelas sangat penting di tahap ini. Pembelian (Purchase) Di tahap ini, pelanggan membuat keputusan untuk membeli produk. Memberikan proses pembelian yang mudah dan aman akan membantu mendorong konversi. Pasca-Pembelian (Post-Purchase) Tahap ini melibatkan interaksi setelah pembelian, seperti layanan pelanggan dan follow-up untuk memastikan kepuasan pelanggan. Loyalitas (Loyalty) Pada tahap ini, pelanggan merasa puas dan cenderung kembali untuk membeli, bahkan merekomendasikan produk ke orang lain. Baca juga: Mengelola Database Pelanggan untuk Bisnis yang Lebih Efisien Customer Journey Map: Pengertian dan Manfaatnya Customer Journey Map adalah representasi visual dari setiap tahap perjalanan pelanggan. Manfaat dari customer journey map meliputi pemahaman yang lebih baik terhadap perilaku pelanggan, identifikasi hambatan yang mungkin terjadi, dan optimalisasi pengalaman pelanggan. Langkah-Langkah Membuat Customer Journey Map Mengidentifikasi Persona PelangganTentukan siapa pelanggan Anda dengan jelas, termasuk demografi, kebutuhan, dan harapan mereka. Menentukan Tahapan Customer JourneyBagi customer journey menjadi beberapa tahap yang relevan dengan bisnis Anda. Mengumpulkan Data Interaksi PelangganGunakan data dari survei pelanggan, ulasan, atau wawancara untuk memahami pengalaman pelanggan. Mengidentifikasi Titik Kontak (Touchpoints)Tentukan titik kontak di mana pelanggan berinteraksi dengan bisnis Anda, seperti website, media sosial, atau layanan pelanggan. Merancang Alur Customer JourneyBuat representasi visual dari perjalanan pelanggan dengan menggambarkan tahapan, touchpoints, dan emosi yang dialami pelanggan. Contoh Customer Journey Map Peran Digital Marketing dalam Customer Journey Di setiap tahap customer journey, strategi digital marketing memiliki peran yang penting untuk mendekatkan bisnis dengan pelanggan. Setiap elemen dari digital marketing, seperti SEO, SEM, media sosial, dan email marketing, dapat membantu memandu pelanggan dari tahap pertama kesadaran hingga menjadi pelanggan yang loyal. Digital marketing yang terintegrasi dengan customer journey membantu bisnis memahami kebutuhan spesifik pelanggan di setiap tahap, memberikan pengalaman yang personal, dan mendorong pelanggan untuk tetap setia. Strategi ini bukan hanya untuk mencapai konversi, tetapi juga untuk membangun hubungan yang kokoh dan berkelanjutan dengan pelanggan. Untuk mengintegrasikan data customer, Anda dapat menggunakan bantuan analytics tools seperti Google Analytics atau Mixpanel. Kesimpulan Memahami customer journey adalah langkah fundamental bagi setiap bisnis yang ingin membangun hubungan kuat dengan pelanggan dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan di setiap interaksi. Setiap tahap dalam perjalanan pelanggan, mulai dari kesadaran hingga loyalitas, memiliki peran dan tantangan yang unik. Dengan memahami dan mengelola perjalanan ini, bisnis dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih relevan, responsif, dan bernilai bagi pelanggan. Karena itu, penting bagi bisnis untuk terus mengembangkan pendekatan yang adaptif dan berbasis data dalam memahami kebutuhan pelanggan di setiap tahap perjalanan. Analisis data pelanggan memungkinkan bisnis untuk menyesuaikan pesan, penawaran, dan layanan agar lebih sesuai dengan harapan mereka. Dengan fokus pada pengalaman yang memuaskan di setiap tahap, bisnis tidak hanya mendorong konversi, tetapi juga membangun basis pelanggan setia yang akan menjadi pendukung jangka panjang brand. Mari konsultasikan kebutuhan bisnis Anda di era digital! Kami siap membantu Anda menemukan solusi terbaik, mulai dari optimasi SEO, pemasaran media sosial, hingga strategi CRM yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan loyalitas pelanggan. Frequently Asked Question (FAQ)
Segmentasi Audiens: Jadikan Campaign Email yang Sukses dan Efektif

Pada dunia digital marketing, salah satu strategi yang paling ampuh untuk mencapai hasil yang optimal adalah dengan melakukan segmentasi audiens. Khususnya digunakan dalam campaign email, segmentasi tidak hanya sekedar teknik belaka, tetapi juga yang dapat meningkatkan engagement dan konversi sehingga akan memaksimalkan efektivitas program pemasarannya. Nah dalam artikel ini, akan membahas lebih jauh mengapa segmentasi audiens sangat penting dan bagaimana cara melakukannya dengan efektif agar dapat meningkatkan engagement. Apa itu Segmentasi Audiens? Segmentasi audiens yaitu sebuah proses membagi audiens menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasarkan kebutuhan, perilaku, minat, dan demografi. Tujuan utamanya adalah untuk lebih memahami perilaku konsumen dan menciptakan strategi email marketing yang lebih efektif, sehingga akan dapat mengirim campaign yang lebih relevan dan personal yang akan meningkatkan penerima mengambil sebuah tindakan dari email yang dikirim. Mengapa Segmentasi itu Penting? Berikut adalah beberapa poin kenapa segmentasi itu menjadi penting : Bagaimana Melakukan Segmentasi Audiens Kesimpulan Segmentasi audiens adalah salah satu kunci menuju sukses dalam campaign pada email marketing. Dalam memahami audiens dan mengelompokkannya berdasarkan karakteristik yang relevan, sehingga dapat mengirimkan konten yang lebih menarik dan efektif. Tidak hanya meningkatkan engagement, tetapi juga akan membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Dengan segmentasi yang tepat, akan dapat mengubah campaign email menjadi alat yang powerful untuk mencapai tujuan bisnis. Segera terapkan segmentasi audiens dalam bisnis untuk meraih kesuksesan yang lebih besar dengan Ematic Solutions. Baca Juga : Kenalan dengan Bounce Email: Penyebab, Dampak dan Solusi Buat Marketing Membangun Kampanye Email Marketing yang Efektif FAQ :
Mengapa Bisnis Perlu Membangun Toko E-Commerce Sendiri

Jika penjualan Anda di marketplace online sedang melonjak, sekarang adalah saat yang tepat untuk mempertimbangkan membangun toko e-commerce sendiri. Dengan memanfaatkan SEO, iklan digital, dan CRM, bisnis Anda bisa jauh lebih menguntungkan dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Biaya Tersembunyi dari Marketplace Online Selama sepuluh tahun terakhir, marketplace online telah memberikan kemudahan bagi bisnis dan konsumen. Marketplace menawarkan stok produk yang berlimpah, pengalaman pengguna (UX) yang mudah, serta berbagai promo menarik. Tidak heran, belanja online semakin populer. Namun, di balik semua kemudahan tersebut, ada biaya tersembunyi: biaya admin marketplace yang bisa mencapai 10%. Biaya ini dapat menggerus margin keuntungan bisnis Anda, terutama saat volume penjualan meningkat. Dengan membangun toko e-commerce sendiri, Anda dapat menghindari beban biaya ini dan membuka lebih banyak peluang untuk memaksimalkan keuntungan dan mengelola data pelanggan. Mengapa Penting Membangun Toko E-Commerce Sendiri Mengandalkan marketplace saja bukanlah strategi yang berkelanjutan. Memiliki toko e-commerce sendiri memberikan Anda kendali lebih besar atas bisnis, terutama dalam hal pemasaran secara digital dan mengelola data pelanggan melalui CRM. Berikut beberapa alasannya: Hilangkan Biaya Admin Marketplace dan Maksimalkan Keuntungan Alasan utama untuk memiliki toko e-commerce sendiri adalah untuk menghilangkan biaya admin marketplace yang dapat menggerus keuntungan Anda. Contoh sederhana: Bayangkan Anda bisa kehilangan Rp 3,75 miliar per tahun hanya untuk biaya admin! Dengan toko e-commerce sendiri, Anda dapat mempertahankan margin keuntungan yang lebih besar karena Anda tidak perlu membayar biaya tambahan untuk biaya admin marketplace. Terlebih lagi akan ada biaya tersembunyi yang mungkin akan membebankan toko Anda untuk jangka panjang. Memanfaatkan SEO untuk Traffic Organik Gratis SEO (Search Engine Optimization) adalah salah satu channel pemasaran yang paling scalable dan hemat biaya. Jika situs e-commerce Anda dioptimalkan dengan baik, Anda dapat menarik ribuan pengunjung secara gratis melalui mesin pencari seperti Google. Tidak seperti marketplace atau iklan berbayar, SEO memberikan traffic organik jangka panjang yang terus berkembang seiring waktu. Ini adalah investasi pemasaran yang sangat menguntungkan untuk bisnis Anda. Manfaatkan Iklan di Google dan Meta Selain SEO, menjalankan iklan melalui Google dan Meta (Facebook & Instagram) dapat memperluas jangkauan bisnis Anda secara instan. Ketika digabungkan dengan SEO, strategi marketing Anda akan semakin efektif. Menggabungkan iklan berbayar dengan traffic organik dari SEO akan menciptakan strategi pemasaran digital yang efektif dan tepat sasaran. Manfaatkan Data Pelanggan dengan CRM Marketplace tidak membagikan data pelanggan kepada penjual, sehingga Anda tidak dapat membangun hubungan langsung dengan pelanggan. Dengan memiliki website sendiri, Anda dapat mengelola data pelanggan secara penuh dan menggunakan CRM (Customer Relationship Management) untuk meningkatkan loyalitas mereka. Dengan CRM, Anda bisa: Langkah-Langkah Membangun Toko E-Commerce dengan Strategi Pemasaran Digital yang Kuat Berpindah dari marketplace ke toko e-commerce milik sendiri akan membuka peluang baru untuk meningkatkan traffic, penjualan, dan pengelolaan pelanggan. Berikut langkah-langkah penting yang bisa Anda ambil: Bangun Toko E-Commerce yang Lengkap dan Mudah Digunakan Website e-commerce Anda harus memiliki UX yang nyaman dan produk yang selalu tersedia. Tanpa website yang mudah digunakan, pelanggan bisa saja meninggalkan keranjang belanja mereka. Pastikan situs Anda selalu up-to-date, cepat, dan ramah mobile. Optimalkan Website Anda untuk SEO SEO membutuhkan pemahaman yang mendalam dan strategi yang tepat agar situs Anda bisa muncul di hasil pencarian. Banyak pebisnis yang terkejut ketika mengetahui betapa kompleksnya SEO setelah berbicara dengan ahlinya. Untuk hasil maksimal, Anda membutuhkan tim SEO internal serta konsultan eksternal untuk membantu pengelolaannya. Gunakan Iklan Berbayar untuk Hasil Instan Sambil menunggu hasil dari SEO, Anda bisa memanfaatkan iklan berbayar seperti Google Ads dan Meta Ads untuk menjangkau pelanggan secara cepat. Dengan iklan berbayar, Anda bisa menargetkan audiens yang relevan dan mengarahkan mereka langsung ke website Anda. Kelola Data Pelanggan dengan CRM Setelah Anda mengumpulkan data pelanggan dari website Anda, gunakan CRM untuk mengelola dan membina hubungan jangka panjang. CRM memungkinkan Anda meningkatkan penjualan dengan: Maksimalkan Keuntungan dan Pertumbuhan dengan Toko E-Commerce Sendiri Membangun toko e-commerce sendiri memberi Anda lebih banyak kendali atas bisnis dan keuntungan. Anda tidak hanya bisa menghindari biaya admin marketplace yang tinggi, tetapi juga bisa memanfaatkan SEO, iklan berbayar, dan CRM untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Dengan menggabungkan strategi digital marketing yang kuat, Anda bisa menarik lebih banyak pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan memaksimalkan keuntungan. Jangan hanya mengandalkan marketplace, mulai bangun toko e-commerce Anda sendiri sekarang juga! Membangun Toko e-commerce Anda Sendiri Membangun toko e-commerce sendiri memberi Anda lebih banyak kendali atas bisnis dan keuntungan. Anda tidak hanya bisa menghindari biaya admin marketplace yang tinggi, tetapi juga bisa memanfaatkan SEO, performance marketing, dan CRM untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Dengan menggabungkan strategi pemasaran digital yang kuat, Anda bisa menarik lebih banyak pelanggan, meningkatkan loyalitas, dan memaksimalkan keuntungan. Jangan hanya mengandalkan marketplace, mulai bangun toko e-commerce Anda sendiri sekarang juga! Ematic Solutions dapat membantu Anda membangun sistem e-commerce yang terintegrasi dengan Shopify, salah satu platform e-commerce terbaik di dunia. Kami menyediakan layanan lengkap mulai dari pengembangan website, optimasi SEO, hingga perikalanan digital seperti di Google Ads & Meta Ads dan CRM. Kami siap membantu bisnis Anda tumbuh dan mendapatkan keuntungan maksimal dari toko e-commerce milik sendiri. Konsultasi gratis dengan Ematic Solutions sekarang!
Kalender Konten: Panduan untuk Manajemen Konten di Media Sosial

Optimalkan interaksi dan engagement brand Anda dengan contoh kalender konten media sosial! Dapatkan panduan dan template gratis untuk perencanaan konten yang konsisten dan terstruktur.
Mengelola Database Pelanggan untuk Efisiensi dan Keberhasilan Bisnis

Pada era digital yang semakin maju, pengelolaan data pelanggan menjadi salah satu aspek penting dalam strategi bisnis. Database pelanggan yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan efisiensi operasional, memaksimalkan pengalaman pelanggan, serta membantu perusahaan dalam membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian database pelanggan, manfaat pengelolaannya, cara efektif mengelolanya, serta pemanfaatan sistem Customer Relationship Management (CRM) untuk mendukung pengelolaan database pelanggan yang lebih baik. Definisi Database Pelanggan Database pelanggan adalah kumpulan informasi yang berisi data-data yang relevan tentang pelanggan, mulai dari informasi dasar seperti nama, alamat, dan nomor kontak hingga informasi lebih mendalam seperti riwayat pembelian, preferensi produk, usia, lokasi, hingga aktivitas dan interaksi mereka dengan perusahaan. Data ini dikumpulkan, disimpan, dan dikelola dalam suatu sistem yang dapat diakses oleh berbagai departemen seperti penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan. Database pelanggan tidak hanya sebatas menyimpan data, namun juga menjadi alat analisis yang bisa memberikan wawasan mendalam terkait kebutuhan dan perilaku pelanggan. Melalui database ini, perusahaan dapat memetakan preferensi pelanggan, memahami pola pembelian, serta memprediksi tren masa depan yang akan membantu dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Manfaat Pengelolaan Database Pelanggan yang Baik Pengelolaan database pelanggan yang baik memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek bisnis, termasuk efisiensi operasional, kepuasan pelanggan, dan peningkatan profitabilitas. Berikut ini beberapa manfaat utama yang bisa diperoleh: Peningkatan Efisiensi Operasional Dengan data pelanggan yang tertata rapi, karyawan dari berbagai departemen dapat dengan mudah mengakses informasi yang mereka butuhkan. Hal ini mempercepat proses kerja, mengurangi kesalahan, dan memungkinkan tim untuk bekerja lebih fokus pada tugas-tugas penting lainnya. Peningkatan Kepuasan Pelanggan Dengan memiliki informasi mendalam tentang pelanggan, perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih personal dan responsif terhadap kebutuhan mereka. Misalnya, pelanggan setia bisa mendapatkan penawaran khusus berdasarkan riwayat pembelian mereka. Ini membuat pelanggan merasa dihargai dan bisa meningkatkan loyalitas mereka terhadap perusahaan. Memfasilitasi Pengembangan Produk dan Layanan Data pelanggan dapat memberikan wawasan tentang tren dan preferensi pasar. Berdasarkan data ini, perusahaan dapat mengembangkan produk atau layanan yang lebih relevan dan menarik bagi target pasar. Ini meminimalkan risiko produk gagal di pasaran karena dikembangkan berdasarkan permintaan yang nyata. Mempermudah Penargetan Pemasaran Dengan database yang kuat, tim pemasaran bisa mengelompokkan pelanggan berdasarkan preferensi atau perilaku mereka. Dengan segmentasi ini, perusahaan dapat merancang kampanye yang lebih tertarget, seperti email personalisasi, yang lebih mungkin menghasilkan konversi dibandingkan pendekatan pemasaran umum. Penghematan Biaya dan Peningkatan ROI Dengan informasi yang akurat, perusahaan dapat mengurangi anggaran pemasaran yang tidak efektif. Mengarahkan kampanye pada kelompok pelanggan yang lebih relevan dapat meningkatkan return on investment (ROI), sehingga biaya pemasaran menjadi lebih efisien. Cara Mengelola Database Pelanggan Mengelola database pelanggan secara efektif membutuhkan proses yang terstruktur dan teknologi pendukung yang tepat. Berikut beberapa langkah penting dalam pengelolaan database pelanggan: Pengumpulan Data yang Relevan Penting untuk mengumpulkan data yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hindari mengumpulkan data berlebihan yang tidak bermanfaat, karena ini dapat menyulitkan pengelolaan. Validasi dan Pemutakhiran Data Secara Berkala Data pelanggan sering kali berubah, seperti alamat, nomor kontak, atau status pekerjaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pemutakhiran dan validasi data secara rutin agar informasi yang tersimpan tetap akurat dan relevan. Keamanan Data yang Terjamin Dengan semakin ketatnya regulasi tentang perlindungan data, seperti GDPR di Eropa atau undang-undang lokal lainnya, menjaga keamanan data pelanggan adalah keharusan. Pastikan bahwa database pelanggan hanya diakses oleh orang yang berwenang menggunakan sistem enkripsi untuk menjaga data dari kebocoran atau pencurian. Segmentasi Pelanggan Dengan mengelompokkan pelanggan berdasarkan karakteristik seperti usia, lokasi, frekuensi pembelian, atau preferensi produk, perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan personal. Segmentasi ini juga membantu tim dalam mengidentifikasi pelanggan potensial yang bisa diarahkan untuk kampanye tertentu. Analisis Data secara Mendalam Analisis data pelanggan tidak hanya memberi gambaran tentang pelanggan yang ada saat ini, tetapi juga membantu memprediksi tren di masa depan. Dengan data historis dan tren, perusahaan dapat membuat perencanaan yang lebih matang untuk menghadapi dinamika pasar. Penggunaan Teknologi Otomatisasi Teknologi seperti otomatisasi pemasaran dapat membantu dalam mengelola database secara lebih efektif. Misalnya, pengiriman email atau pemberian notifikasi bisa dilakukan secara otomatis berdasarkan perilaku pelanggan, seperti pengingat ulang tahun, follow-up pembelian, atau penawaran khusus. Pemanfaatan CRM dalam Pengelolaan Database Pelanggan Customer Relationship Management (CRM) adalah sistem yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan hubungan antara perusahaan dan pelanggan. Dengan menggunakan CRM, pengelolaan database pelanggan menjadi lebih terstruktur, mudah diakses, dan dapat memberikan insight yang lebih mendalam. Berikut beberapa cara CRM membantu dalam pengelolaan database pelanggan: Penyimpanan Data Terpusat CRM memungkinkan semua informasi pelanggan tersimpan di satu platform yang dapat diakses oleh berbagai divisi. Hal ini mengurangi duplikasi data dan memudahkan tim dalam mengakses data secara cepat dan efisien. Otomatisasi Proses Pemasaran dan Layanan Pelanggan Dengan CRM, proses seperti pengiriman email, follow-up, dan penjadwalan pertemuan dapat diotomatisasi. Misalnya, CRM dapat mengirimkan email ucapan ulang tahun secara otomatis, memberikan penawaran spesial untuk pelanggan loyal, atau mengingatkan tim layanan untuk menindaklanjuti pelanggan yang sudah lama tidak melakukan pembelian. Analisis Data yang Mendalam CRM dilengkapi dengan alat analisis yang canggih yang dapat menganalisis pola pembelian, tren pelanggan, efektivitas kampanye pemasaran, dan sebagainya. Informasi ini membantu perusahaan dalam memahami kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan strategi bisnis mereka. Personalisasi Pengalaman Pelanggan Salah satu keuntungan utama CRM adalah kemampuannya untuk mempersonalisasi interaksi dengan pelanggan. Dengan informasi yang terintegrasi, perusahaan dapat memberikan pengalaman yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan, yang akan meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka. Laporan dan Pemantauan Kinerja CRM juga memungkinkan tim untuk menghasilkan laporan kinerja yang komprehensif. Dengan laporan ini, perusahaan bisa mengukur keberhasilan kampanye pemasaran, memantau kinerja tim penjualan, dan mengevaluasi strategi hubungan pelanggan secara keseluruhan. Kesimpulan Mengelola database pelanggan dengan baik adalah investasi jangka panjang yang dapat membawa keuntungan besar bagi perusahaan. Dengan database yang terstruktur, analisis data yang mendalam, dan pemanfaatan teknologi CRM, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, menciptakan pengalaman pelanggan yang memuaskan, dan mencapai keberhasilan bisnis yang berkelanjutan. Database pelanggan bukan hanya sekadar kumpulan data, namun juga merupakan sumber daya penting untuk memahami kebutuhan pelanggan dan mengembangkan strategi yang lebih tepat sasaran. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya dan cara mengelola database pelanggan, perusahaan dapat menciptakan nilai yang lebih tinggi bagi pelanggan mereka,
Panduan: Cara Retargeting di Facebook Ads yang Efektif

Apa Itu Retargeting? Retargeting adalah pendekatan dalam pemasaran yang digunakan untuk menghubungkan kembali brand kamu dengan orang-orang yang telah berinteraksi atau menunjukkan minat terhadap produk yang kamu tawarkan. Ini seperti memberikan dorongan untuk mengingatkan audiens tentang merek atau produk kamu. Interaksi yang dimaksud bisa meliputi kunjungan ke situs web kamu, melihat akun media sosial, menambahkan produk ke keranjang belanja, dan berbagai tindakan lainnya. Dengan retargeting, kamu dapat menjangkau kembali calon pelanggan yang telah menunjukkan ketertarikan, meningkatkan kemungkinan mereka untuk kembali dan melakukan pembelian. Jika kamu belum pernah menerapkan iklan retargeting sebelumnya, jangan khawatir! Bacalah penjelasan detail dalam artikel ini agar kamu bisa melakukan retargeting dengan lebih efektif. Tujuan Melakukan Retargeting Setelah mengetahui apa itu retargeting, kamu mungkin bertanya kenapa kita perlu melakukan retargeting. Sebenarnya, apa sih tujuan pengiklan melakukan retargeting? Secara umum, ada dua tujuan utama pengiklan melakukan retargeting, yaitu: Meningkatkan Awareness (Kesadaran) Tahap pertama dalam marketing funnel adalah awareness, di mana orang belum terlalu mengenal brand dan produk yang kamu tawarkan. Dalam campaign awareness, retargeting digunakan untuk menjangkau orang-orang yang telah melihat konten brand kamu atau mengunjungi situs web, tetapi belum berinteraksi lebih lanjut. Pesan iklan yang biasa digunakan biasanya fokus pada pengetahuan tentang produk, seperti jenis-jenis produk, fitur-fitur unggulan, dan keunikan brand. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian audiens dan mendorong mereka untuk menggali lebih dalam mengenai brand dan produk yang kamu tawarkan, sehingga mereka lebih mengenal brand kamu. Secara umum, metrik utama yang digunakan pada tahap ini meliputi impresi, jangkauan, dan interaksi. Karena kita menyasar audiens yang belum terlalu familiar dengan brand kita, tingkat intensi mereka masih cukup rendah. Namun, campaign ini sangat penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas, sehingga kita bisa menerapkan retargeting lebih lanjut dan membawa mereka ke tahap berikutnya dalam marketing funnel. Meningkatkan Conversion (Konversi) Setiap brand tentu ingin mencapai konversi maksimal. Kita berharap saat audiens melihat iklan, mereka akan mengambil tindakan yang kita inginkan. Konversi dalam dunia pemasaran dapat bervariasi, mulai dari tindakan pembelian, pemesanan, pengisian formulir, pendaftaran, mengunjungi landing page, hingga menghubungi melalui chat atau WhatsApp. Dengan menerapkan retargeting, kita dapat menargetkan audiens yang sudah cukup familiar dengan brand atau produk yang kita tawarkan, tetapi belum melakukan tindakan konversi yang diharapkan. Tujuannya adalah untuk mendorong mereka agar akhirnya melakukan aksi konversi tersebut. Manfaat Melakukan Retargeting Aspek lain yang penting mengapa kita perlu melakukan retargeting adalah karena retargeting membawa berbagai manfaat. Beberapa manfaat dari penerapan retargeting dalam campaign iklan meliputi: Hemat Budget Iklan, Maksimalkan ROI Dengan retargeting, biaya iklan yang kamu keluarkan akan jauh lebih efisien dibandingkan dengan iklan umum yang tidak menggunakan strategi ini. Retargeting memungkinkan kamu untuk fokus pada segmen audiens yang sudah familiar dengan brand dan produk yang kamu tawarkan. Dengan cara ini, kemungkinan mereka untuk melakukan tindakan konversi, seperti membeli produk, menjadi lebih tinggi. Hal ini tentunya berdampak positif pada return on investment (ROI) yang lebih baik untuk bisnismu. Baca juga: Panduan Periklanan Digital: Maksimalkan Keuntungan Anda Tingkat Konversi yang lebih tinggi Ketika kita menargetkan ulang segmen audiens yang tepat dan relevan dengan intensi yang tinggi, mereka akan cenderung lebih siap untuk melakukan tindakan konversi. Oleh karena itu, rasio atau tingkat konversi pada campaign retargeting yang sukses akan lebih tinggi, memberikan hasil yang lebih memuaskan bagi bisnismu. Iklan yang lebih relevan Dengan retargeting, kamu dapat menampilkan iklan yang lebih relevan bagi audiens. Misalnya, jika mereka telah melihat produk tertentu di website atau marketplace kamu, kamu bisa menargetkan ulang dengan iklan yang berkaitan langsung dengan produk tersebut sehingga mendorong audiens untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Selain itu, kamu dapat melakukan segmentasi audiens berdasarkan kriteria spesifik, seperti mereka yang telah menambahkan produk ke keranjang tetapi belum menyelesaikan checkout. Iklan yang ditampilkan dapat mengingatkan mereka untuk menyelesaikan pembelian. Dengan cara ini, iklan yang kamu sajikan menjadi lebih personal dan relevan bagi audiens. Customer Journey yang lebih terstruktur Penting untuk memperhatikan customer journey dalam strategi marketing kita. Retargeting memungkinkan kita mengarahkan audiens secara bertahap, mulai dari tahap awareness hingga membangun minat terhadap produk dan brand kita. Dalam tahap consideration, kita dapat menjawab keraguan dan pertanyaan yang muncul, sehingga audiens semakin yakin untuk melakukan pembelian atau tindakan konversi yang diharapkan. Dengan pendekatan ini, campaign iklan kita menjadi lebih strategis dan mencerminkan strategi full funnel marketing, di mana setiap tahap dalam perjalanan pelanggan diperhatikan untuk memaksimalkan konversi. Cara Kerja Retargeting Dengan segala tujuan dan manfaat retargeting yang sudah kita bahas sebelumnya, mungkin kamu penasaran bagaimana kita bisa mengetahui audiens yang sesuai untuk kita targetkan ulang? Alat apa yang digunakan? Berikut penjelasannya Secara umum, ada 2 metode yang dapat kita gunakan dalam implementasi retargeting yaitu: Pixel Based Retargeting Pixel adalah kode yang dipasang di website untuk melacak pengunjung dan tindakan mereka. Ketika seseorang mengunjungi situs, kode JavaScript ini tertanam di browser dan mencatat semua aktivitas saat audiens menjelajahi website. Pengiklan dapat menetapkan berbagai event, seperti page view, view content, add to cart, initiate checkout, dan complete payments. Dengan cara ini, pixel mencatat tindakan yang dilakukan berdasarkan parameter event yang telah ditentukan, memungkinkan pengiklan untuk melakukan retargeting yang lebih efektif. Customer List Retargeting Berbeda dengan pixel-based targeting, list-based targeting menggunakan daftar pengguna yang sudah ada, seperti data email, nomor telepon, nama, dan lokasi. Daftar ini diunggah ke platform iklan, yang kemudian mencocokkan data tersebut dengan database audiens yang dimiliki. Dengan pendekatan ini, pengiklan dapat melakukan ultra-personalized advertising, menjangkau prospek atau leads dengan lebih tepat. Untuk menggunakan metode retargeting ini, kamu perlu memiliki database audiens, atau yang dikenal sebagai first party data. Baca lebih lanjut tentang First Party Data: Kunci Sukses Bisnis Anda Cara Efektif Melakukan Retargeting di Facebook Ads Facebook Ads atau Meta Ads adalah salah satu platform pemasaran digital yang paling populer, berkat jumlah pengguna aktif yang besar. Selain Meta, terdapat berbagai jenis media pemasaran digital lainnya. Baca selengkapnya di artikel Media Pemasaran Digital Untuk kamu yang ingin memulai retargeting campaign, berikut panduan step by step untuk memulai: 1. Memastikan Pixel sudah terpasang dengan tepat di website Kebanyakan pengiklan akan menggunakan pixel based retargeting. Oleh karena itu, penting untuk memasang pixel dengan tepat. Berikut langkah-langkah dalam set up